Duh… Ini Ojek mau ngojek apa Ngetrek
Ngakunya ojek kamtibmas, kok sukanya Kebut kebutan di dalam Komplek…
apa nggak bisa menyesuaikan diri ya? Memang aneh Ojek di Komplek Taman Melati Sawangan…Depok.
Duh… Ini Ojek mau ngojek apa Ngetrek
Ngakunya ojek kamtibmas, kok sukanya Kebut kebutan di dalam Komplek…
apa nggak bisa menyesuaikan diri ya? Memang aneh Ojek di Komplek Taman Melati Sawangan…Depok.
Ditulis dalam Info lingkungan, Kepedulian, Taman melati | Bertanda Depok, Taman melati, Taman Melati Sawangan depok | Tinggalkan sebuah Komentar »
Ojek Katibmas Taman Melati Sawangan Depok.
Sebetulnya kami sudah jenuh membahas yang satu ini. Disatu sisi gemes juga sama pihak2 yang harusnya bertanggung jawab terhadap Keamanan – Kenyamanan – dan Kebersihan, terlihat cuek. Entah karena tidak peduli ataukah karena tidak mampu. Tapi yang jelas seperti ini hanya ada di Komplek Taman Melati Sawangan Depok. Sebuah perumahan yang notabene di Developer oleh Anak perusahaan BUMN PT.Adhi Karya. Mengapa ada ojek kamtibmas, saya tentu tidak begitu detail mengerti. Yang jelas setahu saya Ini Ojek malah bukannya menjaga Kamtibmas, tapi sebaliknya Justru membuat warga yang notabene adalah Konsumen rumah Adhi Realthy jadi pusing mikirin gimana mengaturnya. Di suruh pindah ke luar biar rapi, tertib tidak mau. Detertibkan biar keberadaan Ojek yang berlebih hingga 25 -30an Ojek di dalam komplek perumahan Taman melati, dibatasi juga enggan. La maunya apa?? mau pongah pongahan? . Keberadaan ojek kamtibmas yang memusingkan warga, tidak terlepas dari beberapa sebab:
1. Developer Perumahan Taman Melati dalam hal ini PT.Adhi Realty, tidak memilik konsep yang jelas tentang bagaimana menata ruang, plan sehingga konsumen merasa aman, nyaman. Padahal kalo hal ini diatur dari awal, tidak sampai menjadi seperti ini.
2. PT.Adhi Realty juga lemah dalam konsep tata ruang bagaimana meminimizing kemungkinan konflik.
3. Adhi realty harusnya belajar dari Developer tetangga yang bisa mengantisipasi kejadian2 yang bisa membuat koensumen tidak nyaman.
4. Aparat Setempat juga kelihatan lamban dan Lemah dalam mensikapi ini. Jadi terkesan saling lempar Bola antara aparat (RW) dan Developer. Mendingan jujur mengatakan tidak mampu >> mundur dari Jabatannya masing2.
Terlepas dari Lemahnya aparat (RW) dan developer dalam hal ini, sebetulnya ada beberapa yang patut jadi keprihatinan kita:
- Ojek yang berjumlah banyak adalah tidak sewajarnya (tidak normal) ditempatkan di dalam komplek, karena normalnya di Luar Komplek , kalaupun ada yang di dalam, tentu dibatasi hanya beberapa orang ( 2-3 orang ).
- Pemaksaan kehendak yang dilakukan oleh pengurus Ojek untuk menempatkan personal ojek dalam jumlah banyak di dalam komplek patut untuk dicurigai apa maunya? apa maksudnya? apa Motifnya? yang jelas dengan alasan menjaga kamtibmas adalah alasan mengada ada.
- Upaya pengaturan / penertiban ojek bukan berarti menghalangi jalan rezeki orang. Karena orang naik ojek bisa dimanapun. Justru dengan menunjukkan sikap Sombong sebagai Ojek atau Pengurusnya akan menjadi bumerang dan menjauhkan dari keberkahan Rizki.
- Sekedar mengingatkan kalau kejadian2 sebelumnya dimana Ojek sudah berani memberikan ancaman2, Ojek juga sering membuat gaduh disiang hari, Ojek juga sering ngebut,Sengaja mengeraskan gas dan itu masih berlangsung sampai sekarang adalah bukti bahwa Ojek sudah membuat resah warga, atau Ojek yang di sebut Ojek Kamtibmas Taman Melati justru melakukan yang sebaliknya mengganggu Kamtibmas.
- Mengenai dikeluarkannya kartu anggota dari kepolisian, patut dicurigai apakah benar Kepolisian mengeluarkan kartu anggota sebanyak itu (30 an) di dalam Komplek perumahan Taman Melati ? ataukah ada yang menyalahgunakan wewenang kepolisian dengan memperbanyak kartu anggota dan merekrut sebanyak banyaknya anggota demi kepentingan perutnya? yang jelas ini akan menjadi bumerang juga bagi Polisi/ Bimaspol.
kami menunggu kepedulian , kekritisan Anda anda dalam masalah ini.
Melatipeduli
Ditulis dalam Info lingkungan | Bertanda Adhi realty, Adhirealty, Taman melati, Taman melati sawangan | 2 Komentar »
Mengapa kuman begitu mudah masuk ke tubuh kita?
Kenapa kuman atau bakteri begitu mudah menyerang tubuh kita? Kenapa kuman TBC begitu mudah menyerang tubuh kita, menggerogoti paru-paru kita, dah bahkan merembet masuk ke susunan syaraf pusat kita. mungkin sebagian kita menyalahkan kumannya. Jangan terlalu cepat menyalahkan kuman, atau menyalahkan orang laen yang dianggap munafik (pengadu domba; propaganda) tapi mungkin kita perlu koreksi apakah kita sudah membangun, merawat tubuh kita dengan baik sehingga imun terhadap serangan kuman. Sehebat apapun kuman jika kekebalan tubuh kita bagus, maka kuman akan kesulitan masuk ke tubuh kita.
Ditulis dalam Kepedulian | Tinggalkan sebuah Komentar »
Ketika virus begitu mudahnya masuk, fitnah begitu mudahnya digulirkan, penyakit-penyakit begitu mudahnya hinggap di tubuh kita. Ketika Iman kita dititik terendah atau dalam keterpurukan. Keterpurukan itu disebabkan kurangnya ilmu, kurangnya Ubudiyah, kurangnya Qiyamullail, kurangnya interaksi dengan orang-orang sholeh. Padahal Allah SWT sudah berjanji akan memberikan Mitsaqon Gholiiza (Perkataan yang berat) kepada hambanya yang mendirikan sholat malam, membaca ayat qur’an di sepertiga malam terakhir. Sesungguhnya jika para Mu’min berkumpul di majlis membuat majlis ilmu niscaya malaikat akan bergabung memberikan do’a dan kekuatan. Kebaikan yang tidak terstruktur akan tergusur oleh Niat jahat, buruk yang terorganisir rapi. Akuilah bahwa kita adalah makhluk yang lemah, tidak berdaya, karena kekuatan itu hanya milik-Nya. Kekuatan itu timbul dari ikatan yang kuat diantara orang-orang shaleh. Kekuatan itu lahir dari pengendalian hawa nafsu kita. Kekuatan itu lahir dari orang-orang yang bisa sedikit mengalahkan egonya masing-masing. Kekuatan itu lahir dari pribadi orang-orang yang bisa menghargai perbedaan. Sikapilah perbedaan dengan Bijak sehingga perbedaan itu tidak membuat kita lemah.
Ditulis dalam Tarbawi | Tinggalkan sebuah Komentar »
Kebanyakan dari kita, pemimpin kita, mengambil sikap, keputusan, aturan, setelah mendapatkan laporan kejadian.. Bikin system pananggulangan bencana tsunami setelah diterpa tsunami besar. Bikin Aturan tentang pemeliharaan setu.. setelah ada setu ambrol, bikin aturan tentang Ngebut di jalan setelah ada yang meninggal tertabrak, bikin aturan tentang security setelah ada motor ilang… Bikin aturan tentang pornografi setelah pornograi merambah tidak beraturan kemana mana, bikin aturan tentang keselamatan penumpang aturan penerbangan setelah ada Pesawat jatuh, bikin aturan tentang Tower setelah tower kelihatan buanyak dan ada kejadian tower roboh, bikin sosialisasi tentang penyakt menular setelah penyakitnya kemana mana? baru terdengar ada korban .. mau bertindk. Bikin aturan apa aja.. ngeluarin keputusan tergantung ada gak kejadian perkara atau nunggu udah Kronis… kenapa nggak base on Planning atau base on Gejala awal ? semua ada design planning, ada implementasi habis itu ada koreksi.. semua ada gejala, penyakit yang sudah dikahui gejala, kemudian jika pengin yakin di Ronxen atau di test lab, dilihat hasilnya kok positif yang musti di ditindak lanjuti dung… Jangan nunggu mau kronis baru ditindk lanjuti.. Just opinion
Ditulis dalam Uncategorized | 2 Komentar »

Inilah salah satu pemandangan yang sering kita jumpai dalam komplek perumahan Taman Melati Sawangan. Pada awalnya ojek disini masih sedikit, mungkin hanya satu dua orang, dan mudah dikenal. Warga mungkin mengenal baik ojek ditempat ini. Namun beberapa bulan terakhir ini terjadi kenaikan jumlah ojek di kawasan ini. Kesemrawutan dalam pengaturan ojek di kawasan ini tentunya merugikan warga, karena pernah menyalahgunakan area bermain anak2 serta keluarga . Penggunaan sementara area bermain anak dan keluarga untuk pangkalan ojek ini telah di nodai dengan Judi yang dilakukan beberapa bulan lalu. Selain judi ada permasalahan lain yang timbul dari keberadaan ojek di taman ini, seringnya nongkrong, iseng sehingga mengganggu pengguna jalan, motor dan pejalan kaki yang lewat. Selain itu keberadaan ojek dengan tingkah laku yang kurang baik diatas tentu sangat berpengaruh buruk terhadap anak-anak disekitarnya. Karena anak belajar dari lingkungannya yang dia lihat, dengar dan rasakan.
Selain keanehan2 diatas tentunya masih banyak lagi yang perlu diperhatikan bersama, mengenai indikasi adanya rasa seakan menguasai area ojek. Karena beberapa warga pernah melihat sendiri ketika ada jasa pengantar anak dari luar entah itu saudara atau Ojek luar namun begitu ketahuan mengantar anak warga malah seolah harus ijin ke mereka dan memamncing konflik. Tentunya dari sini warga harus sadar bahwa telah terjadi gejala premanisme baru di tengah warga. Keluhan warga lagi adalah seringnya membut gaduh, suasana tidak nyaman disaat warga berangkat kerja, yang tentunya membuat tidak nyaman keluarga yang ada di rumah.
Ini semua tentunya mengganggu kenyamanan, ketenangan, rasa aman dari warga sekitar, namun demikian warga juga punya kewajiban bersama, karena tidak semua harus diserahkan ke aparat, security, atau pengembang. Kita sebagai warga juga berkewajikan memelihara lingkungan dari tindakan maksiat, tindakan kurang layak yang terjadi di sekitar kita.
ARENA BERMAIN ANAK ANAK

*) anak anak ingin bermain dengn nyaman di Taman Bermain ini.
Foto:
*) Ojek kamtibmas ??
Siapa yang Mengkoordinir? Bertanggung Jawab?
Coba tanyakan pada Security , atau ke Ojek nya !! siapa sih yang bikin Ojek makin banyak dari 2-4 orang menjadi 23 – 25 Ojek? Ojek ditengah tengah warga, namun tidak jelas siapa yang bertanggung jawab ?
Gejala Premanisme mulai Tumbuh.
Ya.. gejala premanisme sudah mulai tumbuh di tengah2 pemukiman. Sangat disayangkan hal ini dibiarkan begitu saja. Security 3 lapis kayaknya belum bekerja maksimal dalam mengamankan dan membuat rasa aman warga. Gejala ini timbul karena tidak ada bimbingan, monitor, arahan dari pihak security. Sehingga seringnya ojek ngebut di jalan dalam komplek. Merasa menguasai ojek, sehingga jika ada warga yang menggunakan jasa orang lain / saudara untuk mengantar anaknya harus ijin dengan komunitas ojek ini. Disatu sisi kita juga simpati dan kasihan terhadap ojek, karena itu mata pencaharian mereka. Wargapun juga pasti masih ada yang membutuhkan. Namun demikian, jangan karena kebutuhan ojek kita biarkan dengan keanehan-2 nya dan tidak menertibkan. Kita juga berkewajiban membimbing, menegur, meluruskan jika ada yang salah dari kawan2 ojek. Berbagai kasus diatas sebaiknya menjadi pelajaran bersama dan untuk segera menertibkan ojek.
From Melati peduli
Ditulis dalam Info lingkungan | Bertanda Taman melati | 27 Komentar »