Ojek Katibmas Taman Melati Sawangan Depok.
Sebetulnya kami sudah jenuh membahas yang satu ini. Disatu sisi gemes juga sama pihak2 yang harusnya bertanggung jawab terhadap Keamanan – Kenyamanan – dan Kebersihan, terlihat cuek. Entah karena tidak peduli ataukah karena tidak mampu. Tapi yang jelas seperti ini hanya ada di Komplek Taman Melati Sawangan Depok. Sebuah perumahan yang notabene di Developer oleh Anak perusahaan BUMN PT.Adhi Karya. Mengapa ada ojek kamtibmas, saya tentu tidak begitu detail mengerti. Yang jelas setahu saya Ini Ojek malah bukannya menjaga Kamtibmas, tapi sebaliknya Justru membuat warga yang notabene adalah Konsumen rumah Adhi Realthy jadi pusing mikirin gimana mengaturnya. Di suruh pindah ke luar biar rapi, tertib tidak mau. Detertibkan biar keberadaan Ojek yang berlebih hingga 25 -30an Ojek di dalam komplek perumahan Taman melati, dibatasi juga enggan. La maunya apa?? mau pongah pongahan? . Keberadaan ojek kamtibmas yang memusingkan warga, tidak terlepas dari beberapa sebab:
1. Developer Perumahan Taman Melati dalam hal ini PT.Adhi Realty, tidak memilik konsep yang jelas tentang bagaimana menata ruang, plan sehingga konsumen merasa aman, nyaman. Padahal kalo hal ini diatur dari awal, tidak sampai menjadi seperti ini.
2. PT.Adhi Realty juga lemah dalam konsep tata ruang bagaimana meminimizing kemungkinan konflik.
3. Adhi realty harusnya belajar dari Developer tetangga yang bisa mengantisipasi kejadian2 yang bisa membuat koensumen tidak nyaman.
4. Aparat Setempat juga kelihatan lamban dan Lemah dalam mensikapi ini. Jadi terkesan saling lempar Bola antara aparat (RW) dan Developer. Mendingan jujur mengatakan tidak mampu >> mundur dari Jabatannya masing2.
Terlepas dari Lemahnya aparat (RW) dan developer dalam hal ini, sebetulnya ada beberapa yang patut jadi keprihatinan kita:
- Ojek yang berjumlah banyak adalah tidak sewajarnya (tidak normal) ditempatkan di dalam komplek, karena normalnya di Luar Komplek , kalaupun ada yang di dalam, tentu dibatasi hanya 1 orang.
- Pemaksaan kehendak yang dilakukan oleh pengurus Ojek untuk menempatkan personal ojek dalam jumlah banyak di dalam komplek patut untuk dicurigai apa maunya? apa maksudnya? apa Motifnya? yang jelas dengan alasan menjaga kamtibmas adalah alasan mengada ada.
- Upaya pengaturan / penertiban ojek bukan berarti menghalangi jalan rezeki orang. Karena orang naik ojek bisa dimanapun. Justru dengan menunjukkan sikap Sombong sebagai Ojek atau Pengurusnya akan menjadi bumerang dan menjauhkan dari keberkahan Rizki.
- Sekedar mengingatkan kalau kejadian2 sebelumnya dimana Ojek sudah berani memberikan ancaman2, Ojek juga sering membuat gaduh disiang hari, Ojek juga sering ngebut,Sengaja mengeraskan gas dan itu masih berlangsung sampai sekarang adalah bukti bahwa Ojek sudah membuat resah warga, atau Ojek yang di sebut Ojek Kamtibmas Taman Melati justru melakukan yang sebaliknya mengganggu Kamtibmas.
- Mengenai dikeluarkannya kartu anggota dari kepolisian, patut dicurigai apakah benar Kepolisian mengeluarkan kartu anggota sebanyak itu (30 an) di dalam Komplek perumahan Taman Melati ? ataukah ada yang menyalahgunakan wewenang kepolisian dengan memperbanyak kartu anggota dan merekrut sebanyak banyaknya anggota demi kepentingan perutnya? yang jelas ini akan menjadi bumerang juga bagi Polisi/ Bimaspol.
kami menunggu kepedulian , kekritisan Anda anda dalam masalah ini.
Melatipeduli team





*) Ojek kamtibmas ??